Mata Malas-Gejala, Penyebab serta Penanganannya



Mata malas atau Amblyopia adalah kondisi penglihatan anak-anak yang mengalami gangguan penglihatan sebelah mata pada anak-anak karena otak dan mata tersebut tidak bekerjasama yang mengakibatkan penglihatan menjadi menurun. Kondisi ini umumnya ddiidap oleh anak-anak yang berusia 4 tahun.



Mata malas ini merupakan jenis gangguan mata yang sulit dideteksi, karena itu anda selaku orang tua harus mewaspadai gejala dan tanda klinis yang bisa terjadi, seperti:
  1. Tidak bisa mengukur jarak.
  2. Gerakan kedua mata tidak sinkron.
  3. Terlihat juling pada sebelah mata.
  4. Sering memejamkan matanya.
PENYEBAB MATA MALAS
  • Koneksi saraf dari salah satu mata ke otak tidak terbentuk secara sempurna pada masa anak-anak.
  • Mata julig,
  • Katarak pada anak.
  • Adanya gangguan refraksi mata.
  • Penderita mata silinder.
  • Kelahiran anak yang premature.
  • Faktor keturunann.
  • Gangguan perkembangan.
  • Deprivasi, gangguan yang menghalangi lapisan mata.
PENANGANAN MATA MALAS
  1. Penggunaan kacamata korektif.
  2. Penutup mata yang atau (eye patches) digunakan pada mata normal agar pada saat melihat objek, anak menggunakan mata yang satunya lag
  3. Obat tetes mata.
  4. Operasi bedah mata.
  5. Lakukan tes benda yang bergerak, untuk mengetahui respon salah satu matanya dengan lebih lambat dari  mata lainnya.
  6. Lakukan tes buka tutup mata. Tes ini dapat anda lakukan untuk anak berusia 6 bulan atau lebih. Dengan tujuan untuk mennetukan  mata anak rata pada tempatnya dan bekerja dalam kapasitas yang sama.
Demikianlah artikel yang dapat kami sampaikan mengenai Mata Malas. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Dan kami himbau bahwa informasi yang kami berikan bukanlah pengganti nasihat medis. Selalu periksakan keadaan anda, ke dokter anda yah. Terima kasih.

Waspada Tumor Parotis yang Mirip Penyakit Gondongan



Pada sebagian orang tua, menganggap bahwa jika terjadi benjolan disekitar pipi adalah gondongan. Namun jika keadaan semakin parah atau terjadi pembengkakan yang semakin membesar, sebaiknya anda segera memeriksakan diri ke dokter terdekat karena bisa saja kondisi ini merupakan tumor parotis.


Tumor parotis adalah pertumbuhan sel secara abnormal yang terjadi pada kelenjar parotis. Tumor inipun juga bersifat jinak dan dapat juga bersifat ganas. Kelenjar parotis sendiri merupakan salah satu kenlenjar air liur (saliva) yang terbesar dan terletak pada bagian depan telinga.Tumor parotis ini, dapat diklasifikasikan dalam berbagai bentuk, yaitu:
  1. Tumor campuran (adenoma pleomorfis) bentuknya adalah lobular, tidak tertutup jaringan normal dengan baik, dan memiliki kecepatan pertumbuhan yang lambat.
  2. Tumor warthin (adenolimfoma) dapat terdeteksi dari terjadinya infiltrasi limfosit serta terbentuknya kista epitel yang diikuti oleh proliferasi kista tersebut.
  3. Onkositoma, tumor yang tediri dari sel jenis oksifilik onkosit.
  4. Tumor monomorfik.
GEJALA TUMOR PAROTIS
  • Rasa nyeri serta sulit saat menelan.
  • Munculnya benjolan pada bagian pangkal atau ujung kelenjar parotis.
  • Mati rasa pada sebagian wajah serta lemasnya otot wajah.
  • Terdapat benjolan pada bagian wajah.
  • Paralisis pada saraf wajah.
PENYEBAB TUMOR PAROTIS
  1. Faktor usia yang pada umumnya terjadi pada orang yang lansia.
  2. Terkena paparan radiasi, pada bagian kepala atau leher.
  3. Terkena infeksi virus, seperti HIV dan virus Epstein-barr.
  4. Penggunaan telepon seluler secara terus menerus.
  5. Kebiasaan buruk merokok.
PEMERIKSAAN TUMOR PAROTIS
  • Pemeriksaan fisik pada bagian leher dan kepala.
  • Biopsi atau pengambilan sampel jaringan kelenjar parotis.
  • Foto rontgen.
  • Sialografi.
  • CT scan.
  • MRI dan PET scan.
  • Ultrasonografi serta pemeriksaan lab.
PENGOBATAN TUMOR PAROTIS
  1. Parotidektomi superficial, pemotongan jaringan parotis yang terkena tumor.
  2. Parotidektomi lobus dalam atau parotidektomi total.
  3. Enukleasi. 
  4. Diseksi ekstrakapsular 
  5. Radioterapi dan kemoterapi. 
KOMPLIKASI TUMOR PAROTIS
  • Terjadi kerusakan pada saraf wajah yang dapat menimbulkan paralisis temporer maupun permanen.
  • Rekurensi tumor jinak atau ganas.
  • Berkurangnya kepekaan (hipestesia) indera pendengaran.
  • Sindrom frey.
Demikianlah artikel yang dapat kami sampaikan mengenai Tumor Parotis. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan. Dan kami himbau bahwa informasi yang kami berikan bukanlah pengganti nasihat medis. Selalu periksakan keadaan anda, ke dokter anda yah. Terima kasih.



Cara Mengetahui Gejala Mata Plus Pada Anak Kecil



Bicara mengenai mata plus atau rabun dekat atau hyeropia atau hypermetropia biasanya kondisi ini dapat terjadi pada orang yang sudah tua. Namun, berbeda dengan kasus satu ini, mata plus ternyata bisa menyerang anak kecil juga. Anak-anak yang memiliki mata plus, tidak akan selalu memiliki masalah dengan penglihatannya karena lensa matanya masih fleksible, tetapi jika keadannya parah maka terpaksa anak tersebut harus memakai bantuan kacamata.


Jika mata plus terjadi pada anak, mungkin dapat disebabkan oleh adanya riwayat kekuarga atau genetika. Namun, pada sebagian kasus, mata plus ini disebabkan karena terdapat masalah pada retina atau pada keadaan syndrom mata kecil dimana mata tidak berkembang sempurna saat anak masih bayi.

GEJALA MATA PLUS PADA ANAK

  • Pandangan terasa kabur dan berbayang.
  • Mata sakit serta lelah.
  • Kesulitan dalam membaca sesuatu.
  • Sering sakit kepala.
  • Sering mengusap matanya.
  • Kesulitan melihat objek jarak dekat.
  • Serta keluhan mata terasa tegang.

PENANGANAN MATA PLUS PADA ANAK

Memang halnya, mata plus jika terjadi pada anak-anak akan sembuh dengan sendirinya. Namun, sayangnya hal itu tidak terjadi pada setiap anak. Maka dari itu kita selaku orang tua harus segera menanganinya sejak dini agar keadaannya tidak semakin parah. Dan berikut beberapa cara yang bisa anda lakukan:

  1. Penggunaan kacamata yang tepat.
  2. Melatih kesehatan mata dengan latihan melihat benda dari jarak jauh dan dekat.
  3. Latihan dengan menggunakan kartu tes mata dengan jarak jauh.
  4. Soft focus, mata tidak boleh berkedip hingga 5-25 detik.
  5. Latihan peregangan otot dengan melirik ke kanan, kiri, atas dan bawah.
  6. Memijat bagian kepala yang mempengaruhi mata, seperti bawah alis, pangkal hidung, 2 sisi kening dan lainnya.
  7. Pola makan sehat, yaitu dengan perbanyak mengkonsumsi wortel, tomat, pisang, apel, pepaya dan blueberry. 
Demikianlah artikel yang dapat kami sampaikan mengenai mata plus pada anak. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan bisa dijadikan referensi dalam upaya pencegahan mata plus pada anak anda. Dan kami himbau bahwa informasi yang kami berikan bukanlah pengganti nasihat medis. Selalu periksakan keadaan anda, ke dokter anda yah. Terima kasih.
Powered by Blogger.